Tuesday, April 24, 2018

REVIEW: Wardah Perfect Bright Lightening Moisturizer UV Protection SPF 30 PA+++

Hi! Akhirnya aku kembali lagi. Hihi. Semoga setelah ini aku bisa konsisten ngeblog seminggu sekali ya! Di artikel ini, aku akan me-review salah satu produk sunscreen favoritku. Sebenarnya, produk ini adalah moisturizer yang memiliki SPF 30 dan PA+++. Jadi, sekaligus bisa melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB. Kalian tahu kan bahaya UVA dan UVB untuk kulit? Apa kalian juga tahu kalau sunscreen merupakan produk anti-aging yang paling ampuh untuk kulit kita? Aku janji akan bahas tentang sunscreen panjang lebar di artikel khusus. Jadi, tunggu aja ya! Hihi.

Kalian sudah tahu kan, kalau sunscreen itu penting banget! Aku selalu mention kalau sunscreen itu penting di setiap review sunscreen yang aku buat. Haha. Kalau mau lihat review sunscreen lain, kalian bisa cek disini ya! Nah, sunscreen yang aku review kali ini adalah Wardah Perfect Bright Lightening Moisturizer UV Protection SPF 30 PA+++. Mungkin memang udah banyak yang review produk ini, but here's my version.


Wardah Perfect Bright ini, termasuk kategori physical sunscreen karena mengandung Titanium Dioxide. Kalau kalian pernah baca review sunscreen di blogku sebelumnya, kalian pasti udah tahu dong kalau aku suka dengan sunscreen bertipe physical karena nggak bikin mukaku yang sensitif dan mudah kusam ini jadi memerah kalau terkena sinar matahari. Untuk lebih memudahkan kalian, aku akan kasih ingredients list-nya di bawah ini:

Aqua, Ethylhexyl methoxycinnamate, Niacinamide, Methylbenzylidene Camphor, Propylene Glycol, Cetyl Alcohol, Titanium Dioxide, Glyceryl Stearate, Dimethicone, Stearic Acid, Butylene Glycol, Phenoxyethanol, Polyacrylamide, Stearate, Allantoin, Disodium EDTA, Fragrance, Citric Acid, Licorice Root Extract, Saxifraga Sarmentosa Extract, Scutellaria Baicalensis Root Powder, Dill

Ingredients di atas aku dapatkan dari web COSDNA. Bisa jadi ada bahan yang sudah nggak dipakai atau bahan tambahan lain di produk ini yang nggak masuk di web COSDNA itu. Hehe. Di produknya sendiri, ingredients list-nya ada di bagian box. Sedangkan box-nya sudah ku buang. Huhu. Tapi, ingredients list dari web COSDNA tadi juga bisa jadi patokan kok!

Menurutku, memeriksa ingredients suatu produk itu penting. Apalagi, kalau produknya punya bahan-bahan aditif yang sebenarnya nggak perlu dimasukkan, seperti fragrance. Kalian juga nggak perlu menghafal satu per satu bahan tersebut fungsinya untuk apa kok. Aku juga nggak tahu semuanya kali. Haha. Tapi, bahan-bahan itu bisa kalian cermati supaya kalau alergi, kalian bisa menghindari bahan-bahan yang sekiranya nggak cocok di kulitmu :)

Beralih ke masalah tekstur. Well, teksturnya sebenarnya sangat rich dan creamy. Jujur aja, agak susah untuk di-blend dan lengket. Tapi, hasil akhirnya bikin kulitku jadi glowy. Makanya, produk ini nggak direkomendasikan untuk kulit berminyak karena kulit kalian akan semakin berminyak nantinya. Alhamdulillah, jenis kulitku sekarang termasuk normal, jadi oke-oke aja pakai produk ini.


Selain itu, produk ini juga sedikit menimbulkan white cast di wajah. Mungkin kalau di gambar bagian atas, white cast-nya nggak kelihatan sama sekali. Tapi, nyatanya, ada sedikit...sedikit aja kok. Dan, weirdly I would say that I like it! Karena white cast yang sedikit, muka kusamku ini jadi terbantu. Hehe. Kalau pakai produk ini seharian, mukaku jadi nggak begitu kusam lagi.

Lalu, karena produknya termasuk dalam kategori physical sunscreen, mukaku jadi nggak merah lagi kalau terkena sinar matahari. Asal pakainya pun sesuai takaran. Karena produk ini sangat rich teksturnya, aku pakai hanya 1 ruas jari (Biasanya aku pakai 2.5 ruas jari). Tapi, walau hanya 1 ruas jari, mukaku nggak bakal merah-merah atau kusam kok!

Overview:
+ Tidak membuat wajah kusam
+ Membuat wajah jadi glowy
+ Tidak membuat wajah merah jika terkena sinar matahari
+ Physical sunscreen
+ Cocok untuk kulit normal - kering
+ Cocok untuk kulit sensitif (terutama, sensitif terhadap sinar matahari)
- Teksturnya terlalu rich
- Lengket
- Agak sulit untuk diratakan
- Tidak cocok untuk kulit berminyak
- Menimbulkan sedikit white cast

Score:
3.5/5

Price:

Around IDR 30.000

Will I repurchase?

Yes

Will I recommend this product?

Yes! Only for dry to normal skin

Where to buy?

Wardah counter/outlet, Supermarket, minimarket, drugstores, online stores


Yup. Yup. Sepertinya itu saja tentang Wardah Perfect Bright Lightening Moisturizer UV Protection SPF 30 PA+++ kali ini. Definitely, I will recommend this product untuk kalian yang memiliki kulit normal atau kering. Kalu untuk kulit berminyak, probably not :) Harganya juga sangat murah dan mudah didapatkan. Jadi, nggak ada salahnya kalian mencoba produk ini!

Monday, April 16, 2018

DIY: Eye Patch (Masker untuk Mata)

Halo!
Kali ini aku akan share tentang DIY yang berbau kecantikan. Aku memang lagi suka banget dengan skincare atau hal-hal tentang perawatan kulit dan seluruh tubuh pokoknya. Selain itu, aku juga suka dengan hal-hal DIY. Jadi, terkadang meskipun hal yang aku lakukan merepotkan, aku akan melakukannya dengan senang hati. Soalnya, anaknya suka rempong. Hehe.

Aku yakin banyak banget yang bermasalah dengan kantong mata, atau mata suka lelah. Nah, DIY ini berguna banget untuk jadi solusi masalah tersebut. Meskipun, mungkin untuk menghilangkan kantong mata tetap akan susah. Seenggaknya, mata kalian akan kembali segar setelah memakai DIY eye patch ini. Kalau biasanya kalian suka membeli produk eye patch, sekarang kalian bisa membuatnya sendiri. DIY ini sangat mudah banget buat kalian lakukan di rumah. Bahan-bahannya juga murah, jadi nggak ada alasan untuk nggak bisa membuat DIY ini, kecuali malas. LOL.

So, let's get prepared.


Things to need:
  • Mentimun, 4-5 potong
  • Teh hijau, 1 kantong
  • Jeruk nipis/lemon, 1 buah
  • Plastik zip lock, 1 buah
  • Kapas secukupnya

How to:
  • Seduh teh hijau pakai air hangat, tapi jangan pakai gula ya. Air yang dibutuhkan juga cuma sedikit, kira-kira cuma 1/3 gelas aja.
  • Setelah diseduh, masukkan teh tersebut ke blender.
  • Masukkan juga mentimun dan perasan jeruk nipis.
  • Blender ketiga bahan tersebut.
  • Setelah di blender, tuang hasil campuran tersebut ke dalam gelas.
  • Masukkan kapas-kapas tadi yang udah di potong ke dalam gelas. Terus, peras sedikit kapasnya biar nggak kebanyakan air.
  • Setelah kapas-kapas tersebut sudah dicelupkan ke dalam campuran air tadi, masukkan kapan-kapas ke plastik zip lock.
  • Simpan di dalam lemari es.

Things to know:
  • Pastikan kalian simpan eye pacth-nya nggak terlalu lama, karena meskipun disimpan di dalam kulkas, DIY eye patch ini bisa cepat basi
  • Kalau produknya sudah berubah warna/bau, lebih baik dibuang.
  • Apply di bawah mata selama 10-15 menit. Jangan terlalu lama, unless you want your undereyes get dry.

Tada...
Mudah banget kan bikinnya? Bahan-bahannya murah dan gampang ditemukan di dapur. Aku menemukan 'resep' DIY ini di youtube seorang lifestyle vlogger. Jadi kalau mau tau cara membuatnya, kalian bisa tonton vide di bawah ini. Plus, kalian juga bisa tahu cara biar bisa kelihatan cantik tanpa make up.



So, that was it for today's article. I'm gonna catch up to you soon with a lot of useful articles!

A Clarification.


Halo!
Hey, it's been a while since I write on my blog. It's been a while since I maintain my blog alone. It's been a while since I used to passionate about being famous by blogging. I know, I might be too obsessed. However, I guess I'm grown-up now.

I'd like to be called as "blogger" but not as "beauty blogger". I don't know the exact reasons but, I think that's what I like to be called despite "beauty blogger" is really a thing now.

Genuinely, I'm not a person who likes to follow the trend, but I realized that everybody knew me that way, that "I like to follow the trend", "I like to be trendy", "I like to be called I'm 'a kid of nowadays'", "I like to be famous" Probably, people are calling me that. But the truth is.......I'm an old-school, a really really old-school. (Most times) I don't like trends. I'm a kinda hipster. I have my own taste and likely not to follow what most people do. Ah, you know what I mean. I have my own taste in music and you know what? I'm sick of those mainstream songs. Oh really, I never listen to any song which is played everywhere. Not really ever, but only a few of "that song" which I really listen to.

Well, this is not gonna be a good writing, I know. At least, this post will represent what I truly am and that's why I name it 'A Clarification'. Although in fact, I'm sure only a few would care to read. I'm fine tho. LOL. I really am.

Actually, I wanted this post to be written in Bahasa, but I realized, I'm more comfortable writing it in English though my English skill is not as good as 'them'. So here it is, a clarification of myself.

Let's start with why I started blogging. I created this blog because my teacher at Junior High needed to teach his students on 'what is Blogspot'. So, we created it. But after the subjects had finished, most students stopped just because they don't find a passion for writing or they have things more interesting than blogging. And me, I don't know why I continued to open this platform and started to write.

At the beginning of it, I was so awful at writing. It also happened that I only write one or two sentences in a post. It was just that stupid thing, some random-and-really-not-important-thing to post, but I like it when it's published and how satisfied I was at that time.

Then on my Senior High, I didn't realize that I like fashion really much until Diana Rikasari showed up on TV with her blog. I began to be a fan of her and follow her movement and dreamt to be like her someday.

Short story, on Senior High I tried to be a fashion blogger -but failed cause there was no enough equipment (re: camera+photographer). On college, my blog is kinda improved from writing until the pictures and I also start reviewing about skincare. It was better than before. And on my senior year at college, my blog had a first-ever partnership with an e-commerce. I was so happy cause people began to notice my blog.

However, at that time I didn't realize that it was the time that people are starting to blog about beauty. Like, a lot of people. It's like a mushroom. I didn't know why so a lot. I'm happy cause I will have a lot of new friends. Most of them have a lot of partnership with brands which I don't. LOL. And I analyzed, some of them only blog because they have the partnership with that company/brand, not because they're passionate about it.

I don't know. Perhaps after this, they will think that I'm not supportive or whatever but that's not what I mean. I mean, it's whatever they want their blog is created for. And I think, they might not a real blogger. They just blog. I hope you got what I mean.

What I really mean is I don't wanna blog like them. I don't wanna blog about fashion because it's the trend. I don't wanna blog about beauty just because it's a thing right now. It's because trend will easily fade away, but our creativity don't. And the trends sometimes kill my creativity and my-own-self, my identity.

I've ever felt I want to be famous by blogging. I've ever wanted my blog becomes so popular and so am I. I used to be in a stage where I want that and I didn't realize that it's not myself. The same thing goes to Instagram. I used to feel I need to post and share things which actually nobody cares. I used to be in a situation where I really need to do this and that for the sake of popularity. Oh, I wish I never feel it.

Now, I think I'm grown-up. I limit what I share on Social Media. I start controlling myself not to share things, though it's really hard at the beginning. However, now I'm kinda getting used to it.

Now, I don't want to wish a-lot-of-partnerships-come-to-me-so-that-I-can-be-famous anymore. I am now blogging just because it's my passion, just like what I feel in the past. I'm gonna share things that might be useful for readers so that my life can at least be useful for people. At least what I've done is not useless.

I'm gonna blog about fashion because I like it. I'm gonna blog about skincare and beauty because I'm really into it. I'm gonna blog about DIY because I will die if I don't do anymore. All I will do will not be for the sake of the trend anymore. As well as don't want to feel like reaching a certain pageview number.

And for the skincare, I think I need to clarify here. I only buy things that I need to buy, not because people are using this so I have to use this and then review it. I buy new skincare not because I want to, but because I need to. I only need to buy new skincare if the product is running out. Which is why I still try few skincare brands cause I indeed limit it. I don't wanna be too much.

Also, I don't care about what people say about me want to be famous anymore. They're just people, not God. That's what most people do. They judge because they have a limited thing to know. They just don't really know the truth and the effort a person has made for one single thing.

And, a little clarification, I don't want to be like Diana anymore though I'm still a huge fan of her. I just want to be me :)

Saturday, February 3, 2018

REVIEW: Naavagreen Sunscreen


Kalau aku harus memilih satu item skincare yang nggak bisa aku tinggalkan sebelum keluar rumah, jawabanku pasti sunscreen. Sunscreen memang penting banget, apalagi untuk wajahku yang sangat sensitif dengan matahari. Wajahku sangat rentan dengan kusam dan kemerahan kalau terkena sinar matahari. Jadi, sunscreen merupakan hal yang wajib aku pakai, bahkan kalau tidak keluar rumah sekalipun.

Nah, kali ini aku akan mereview sebuah sunscreen dari Naavagreen yang bisa jadi pilihan kalian. Naavagreen adalah salah satu klinik kecantikan dari Jogja yang udah berdiri sejak tahun 2012. Kalau mau tahu tentang Naavagreen, kamu bisa cek di website mereka disini. Meskipun produk ini dari klinik kecantikan, sunscreen ini bisa kamu pakai tanpa resep dokter. Jadi, kalian bisa membelinya secara bebas.


Kandungan-kandungan sunscreen ini bisa kalian lihat pada gambar di atas ya! Sunscreen ini merupakan jenis physical atau mineral sunscreen karena mengandung titanium dioxide, yang cara kerjanya adalah memantulkan sinar UV dari muka kita. Physical sunscreen sangat cocok untuk kalian yang memiliki kulit sensitif, seperti aku contohnya, yang rentan dengan sinar matahari, karena nggak seperti chemical sunscreen yang melindungi kulitmu dari sinar matahari dengan cara menyerap sinar UV dan mengubahnya dengan bahan-bahan kimia menjadi energi panas yang akhirnya membuat mukamu jadi merah (penjelasan tentang jenis-jenis sunscreen akan segera dibuat di blog ini).

Kandungan di dalam sunscreen ini yang nggak kalah penting adalah niacinamide. Niacinamide memang sangat populer belakangan ini dan banyak digunakan pada produk-produk skincare. Fungsi utamanya adalah mencerahkan kulit. Jadi, selain terlindungi dari sinar matahari, skincare ini secara nggak langsung juga bisa mencerahkan. Kebanyakan physical sunscreen memang mengandung niacinamide yang justru menguntungkan buat kita. Dapat dua fungsi sekaligus, melindungi dari sinar UV dan mencerahkan kulit. Hihi.

Sayangnya, untuk kalian yang rentan jerawat atau memiliki kulit yang kelewat sensitif, mungkin nggak disarankan menggunakan produk ini karena produk ini mengandung turunan alkohol dan paraben; cetearyl alcohol, methylparaben, ethylparaben, butylparaben, propylparaben. Sebenarnya, paraben adalah bahan pengawet yang lazim dipakai di produk kecantikan, asal pemakaiannya nggak terlalu banyak. Jadi, untuk kalian yang memiliki kulit super sensitif dan acne-prone harus hati-hati kalau memilih skincare.


Produk ini bertekstur creamy, tapi ringan banget! Awalnya aku juga sedikit underestimate kalau produk ini akan berat dan greasy. Ternyata, setelah aku colek untuk pertama kalinya, produk ini ringan. Ringan banget malah! Finishnya glowy. Untuk kalian yang memiliki wajah berminyak, mungkin agak sedikit greasy. Sayangnya, aku kurang suka dengan baunya yang agak aneh menurutku. Tapi, sebenarnya nggak terlalu menganggu sih.


Yang aku suka dari produk ini adalah nggak memberikan white cast. Eh, sebenarnya aku malah suka sih dengan sunscreen yang mengandung white cast karena kulit kusamku akan tertutupi dengan white cast yang bisa membuat mukaku terlihat cerah. Untungnya, sunscreen ini tipenya physical, jadi nggak membuat mukaku kemerahan atau tambah kusam. Hihi.

Overall:
+ Ringan
+ Physical sunscreen (which I like)
+ No white cast
+ Mengandung niacinamide
+ Finishnya glowy
- Mengandung turunan paraben dan alkohol
- Baunya aneh

Where to buy?
Kalian bisa beli produk ini di toko-toko kosmetik terdekat. Sayangnya, masih di jual di sekitar Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur aja :(

Ini merupakan ketiga kalinya aku mereview sunscreen. Kalian bisa cek reviewku tentang sunscreen lainnya disini ya. Semoga sunscreen ini bisa jadi pilihan kalian! See ya!

Tuesday, January 30, 2018

REVIEW: NYX HD Photogenic Concealer Wand - Fair

 
Halo! Kali ini aku akan me-review sebuah produk dari NYX Professional Makeup yang aku dapatkan dari Sephora beberapa bulan lalu. Beberapa dari kalian ada yang sangat menunggu-nunggu review ini kan? Akhirnya, I made it to the review! Haha. Sebenarnya, masalah terberat buatku untuk me-review sebuah produk adalah memfotonya (selain mencoba produknya terlebih dulu pastinya). Karena aku hanya mengandalkan smartphone untuk memfoto produk, aku harus menunggu cahaya yang pas biar dapat hasil foto sesuai dengan yang aku mau. Pembelaan atas rasa malas aja sih sebenarnya. LOL.

Beberapa dari kalian pasti penasaran dengan produk ini kan? Jujur, ini adalah liquid concealer pertamaku, dan karena aku masih termasuk baru dalam dunia makeup, ini merupakan concealer keduaku. Concealer pertama yang kupunya adalah Canmake Color Mixing Concealer yang bentuknya padat. Aku lebih suka dengan produk ini dibandingkan dengan Canmake concealer yang pernah aku punya. Mungkin karena produk ini memiliki tekstur liquid, jadi lebih mudah di blend.


Shade yang aku punya adalah CW02 - fair. Memang lebih muda dari warna kulitku yang termasuk antara nude atau light beige ini, tapi concealer ini nggak terlihat terlalu muda di wajahku. Aku adalah salah satu penganut kepercayaan "menggunakan concealer satu tingkat lebih cerah dari warna kulit untuk under eye". Hihi. Atau memang harusnya kaya gitu ya? Entahlah. Haha.


Sebenarnya, aku nggak hanya menggunakan concealer ini untuk under eye aja. Bekas-bekas jerawat dan redness juga aku tutupi dengan concealer ini dan untungnya, concealer ini tidak terlihat terlalu muda di mukaku. Walaupun, sebenarnya shade fair memang bukan shade yang tepat untuk warna kulitku.
 
Tekstur produk ini lumayan ringan. Tapi, jika kalian mengaplikasikannya beberapa layer, produk ini akan terasa berat dan bisa jadi cakey dan creasing. Sayangnya, produk ini cuma memiliki life span selama 6 bulan. Sayang banget ya kalau nggak habis.


Aku selalu menggunakan moisturizer (dan rangkaian skincare lainnya) sebelum menggunakan ini karena daerah bawah mataku agak kering. Selain itu, produk ini juga akan sedikit creasing kalau aku mengaplikasikannya langsung tanpa melembabkan daerah-daerah di wajahku yang biasanya kering, seperti bawah mata, sekitar hidung, dan sekitar bibir. Jadi, aku selalu memastikan kalau wajahku well-hydrated sebelum menggunakan makeup (semoga memang udah well-hydrated beneran ya).
 
Coverage-nya antara sheer to medium, yang berarti nggak benar-benar menutupi daerah under eye-ku yang cukup hitam. Kalian bisa melihat foto di atas, kalau kalian masih bisa sedikit melihat under eye-ku yang gelap. Tapi, coverage produk in bisa di build up beberapa layer. Sayangnya, kalau terlalu tebal akan terlihat cakey.
 
Yang aku suka dari produk ini adalah nggak membuat under eye-ku terlihat abu-abu. Walaupun, aku nggak memakai color corrector atau apapun sebelumnya. Warnanya hampir menyatu dengan kulitku. Produk ini juga cocok untuk makeup natural, karena coverage-nya sheer to medium.

Kesimpulan:
+ Formulanya ringan
+ Sheer to medium coverage (buildable)
+ Natural
+ Tidak membuat under eye jadi abu-abu
- Agak sedikit creasing
- Life span-nya hanya 6 bulan

Score:
3.5/5
 
Harga:
IDR 110.000

Itu dia review-ku kali ini. Review yang aku buat ini berdasarkan pengalamanku menggunakan produk ini ya! Concealer NYX ini cukup bagus, walaupun bukan yang concealer yang paling bagus. Tapi, tetap worth to buy kok! Let me know in the comment tentang produk ini kalau kalian sudah pernah mencoba juga ya! Atau, buat kalian yang belum mencoba, apakah tertarik dengan produk ini?